Selumbar dan Balok

September 17, 2018





Matius 7:3 (TB)  “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?”

Aaaaarrgh!
Kenapa mereka semua menyebalkan?
Tidak ada yang beres!
Tidak ada yang becus!
Tidak ada yang baik!

Semua jahat!
Semua sombong!
Semua tidak setia!
Semua menyakitkan hati!

Mengapa cuma aku saja yang sungguh?
Mengapa hanya aku saja yang baik?

Tapi, kenapa selalu begitu?

Aaaah, jangan-jangan aku hanya bisa melihat kekurangan mereka?
Selumbar di mata mereka, tapi lupa melihat diriku sendiri, lupa melihat balok di mataku!

♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

Seringkali kita dengan mudahnya melihat kekurangan-kekurangan pada diri orang lain, dibanding pada diri kita sendiri.

Bahkan kesalahan sekecil dan seringan apapun di diri mereka, tetap saja tak luput dari penghakiman kita.

Kita merasa seolah-olah kitalah orang yang paling benar, paling kudus, paling banyak berkontribusi tentang firmanNya….

Tapi cobalah!
Dikala kita merasa semua orang salah, dan hanya diri kita yang benar, ambilah sebuah cermin.
Berkacalah dan perhatikan baik-baik wajah yang ada dalam pantulan cermin tersebut.
Lihatlah, masih adakah balok di depan mata kita?

Bagaimanakah kita dapat berkata,”Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu”, padahal ada balok di dalam matamu?
Tentunya kita tidak mau disebut sebagai orang munafik, bukan?

Berintrospeksi diri adalah hal bijaksana yang dapat kita ambil dikala mengalami situasi seperti ini. Perlu kerendahan hati yang tulus dan sungguh-sungguh jika kita mau mengintrospeksi diri untuk menjadi manusia yang lebih baik dan benar di mataNya….

♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

Ajar aku, TUHAN!
Untuk bisa melihat kekuranganku.
Untuk bisa belajar menerima mereka, dan mengampuni mereka…. Amin!





You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Subscribe